Sejarah Prodi Ilmu Komunikasi

Program studi Ilmu Komunikasi berdiri pada tanggal 9 Februari 2009 atau bertepatan dengan Hari Pers Nasional. Tanggal penetapan ini didasarkan pada surat yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi nomor 160/D/T/2009 tentang Ijin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) pada Universitas Singaperbangsa Karawang. Sejak awal pendirian, program studi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsika di samping program studi Ilmu Pemerintahan yang juga berdiri di tahun yang sama.

Waktu itu, program studi Ilmu Komunikasi dipimpin langsung oleh Dr. Eka Yusup, S.I.Kom., M.I.Kom. yang menjabat 2009 hingga 2016. Pada saat kepemimpinan beliau juga, Universitas Singaperbangsa Karawang mengalami alih status dari perguruan tinggi swasta (PTS)  menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) di tahun 2014. Sementara itu akreditasi program studi ilmu komunikasi Unsika pertama dilaksanakan pada tahun 2013 dengan peringkat C. 

Pada periode 2016-2019, prodi Ilmu Komunikasi Unsika dipimpin oleh Fajar Hariyanto, S.I.Kom., M.I.Kom. Saat kepemimpinan beliaulah akreditasi jurusan ini menjadi B (Baik) hingga saat ini. Secara berturut-turut, kepemimpinan pada prodi ini lalu diteruskan oleh Dr. Ana Fitriana Poerana, S.Sos., M.I.Kom. (2019-2020), Dr. Zainal Abidin, S.I.Kom., M.I.Kom. (2020-2023), dan Rastri Kusumaningrum, S.I.Kom., M.I.Kom. (2023-hingga saat ini).

Saat ini, terdapat 25 dosen aktif dengan cabang bidang keilmuan yang beragam di Ilmu Komunikasi, mulai dari public relations, manajemen komunikasi, serta jurnalistik dan media. Terdapat tiga laboratorium (lab. podcast, tv, dan fotografi) untuk mendukung perkuliahan dan bakat mahasiswa.